“Tuhanku yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, yang memberi makan dan minum kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy Syu’araa’ : 78-80).
Kesehatan adalah nikmat dari Allah. Yang
harus digunakan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan beramal di
dunia. Seseorang baru sadar akan pentingnya nikmat sehat setelah diberi
ujian nikmat sakit. Ketika sakit kita sadar, betapa nikmatnya makan,
beribadah, istirahat tenang, bekerja, bersenda gurau, bercengkrama
dengan keluarga dan sahabat serta nikmat-nikmat yang lain, yang tak bisa
dilakukan saat sakit.
Namun dewasa ini yang memprihatinkan
tentang dunia kesehatan dibandingkan dengan zaman Rasulullah Saw. Orang
sakit pada zaman Rasulullah sangatlah langka, bahkan seorang Tabib yang
datang dari Mesir harus kembali pulang karena tidak ada pasien. Tapi
saat ini, tiap tahun ribuan dokter di wisuda. Klinik dan rumah sakit
tumbuh menjamur. Sedangkan penyakit semakin banyak dan beragam. Sehat
menjadi barang langka dan berharga.
Back to Allah, Back to Islam, Back to
Nature, adalah solusi kesehatan yang hakiki, karena sesuatu yang datang
dari Allah & Rasul-Nya adalah Haq (benar). Metode pengobatan yang
baik yaitu berlandaskan pada Al-Qurán dan Hadits.
Rahasia Tahajud
“Dan pada sebahagian malam hari
bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah-mudahan Tuhan mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. :
Al-Isro’ : 79).
Dari hasil penelitian yang dilakukan,
menunjukan bahwa shalat tahajud yang dilakukan dengan tepat, ikhlas dan
khusyuk pada tiap malam, dengan dosis 13 rakaat dalam waktu 8 minggu,
dapat menurunkan kadar kortisol.
Fungsi Kortisol dan Efek Shalat Tahajud
1. Metabolisme karbohidrat dan asam amino dengan meningkatkan konsentrasi gula dalam darah.
Pada orang yang tidak shalat tahajud,
kadar kortisolnya menjadi tinggi, membuat metabolisme karbohidrat dan
asam amino meningkat, sehingga konsentrasi gula dalam darah menjadi
naik. Sebaliknya pada orang yang melaksanakan shalat tahajud, kadar
kortisolnya menjadi rendah, sehingga mempengaruhi turunnya gula dalam
darah. Oleh karena itu, shalat tahajud ini sangat bagus bagi penderita
penyakit diabetes, karena dapat menstabilkan gula dalam darah.
2. Memperkuat kerja jantung dan merangsang epinephrin dan angiotensin II.
Pada orang yang tidak shalat tahajud,
kadar kortisolnya menjadi tinggi, sehingga merangsang peningkatan
epinephrin yang mengakibatkan meningkatnya kerja jantung dan kontraksi
pembulu darah (Vasokontriktor). Sebaliknya, pada orang yang melaksanakan
shalat tahajud, kadar kortisolnya menjadi rendah, dapat menurunkan
epinephrin, sehingga kerja jantung stabil dan pembuluh darah tidak
kontraksi. Oleh karena itu, shalat tahajud ini sangat bagus bagi
penderita penyakit darah tinggi, jantung dan stroke.
3. Menghambat Ekskresi Urine
Pada orang yang tidak shalat tahajud,
kadar kortisolnya menjadi tinggi, dapat menghambat ekskresi urine
sehingga dapat menimbukan beban ginjal yang berlebihan. Sebaliknya pada
orang yang melaksanakan shalat tahajud kadar kortisolnya menjadi rendah,
tidak menghambat ekskresi urine (stagnasi cairan) sehingga beban ginjal
tidak berlebihan. Oleh karena itu shalat tahajud ini sangat bagus bagi
penderita penyakit gagal ginjal.
4. Menyebabkan perubahan EEG pada otak dan jiwa (euforia, depresi, mudah tersinggung, emosi yang labil)
Pada orang yang tidak shalat tahajud,
kadar kortisolnya menjadi tinggi, dapat menyebabkan perubahan EEG pada
otak dan jiwa, di antaranya menyebabkan depresi, mudah tersinggung,
emosi labil dan euforia. Sebaliknya pada orang yang melaksanakan shalat
tahajud, kadar kortisolnya menjadi rendah sehingga Eeg stabil dan
normal. Oleh karena itu, shalat tahajud ini sangat bagus bagi penderita
penyakit gangguan jiwa, depresi dan dapat membuat emosi menjadi stabil.
5. Menghambat pembentukan limfosit.
Pada orang yang tidak shalat tahajud,
kadar kortisolnya menjadi tinggi, sehingga dapat menghambat pembentukan
limfosit. Sebaliknya pada orang yang melaksanakan shalat tahajud, kadar
kortisolnya menjadi rendah sehingga limfosit tidak terhambat. Oleh
karena itu, shalat tahajud ini sangat baik untuk tubuh, karena dapat
membuat daya tahan tubuh menjadi bagus. [ar]
Sumber : Islamedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar