Senin, 28 Mei 2012

Air untuk Kesehatan


“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya : 30)
Ayat tersebut menekankan betapa pentingnya air bagi kehidupan makhluk Allah di muka bumi.  Tidak kurang Al Qur’an 53 kali menyebutkan lafadz maa’, yang berarti air dalam ayat ayatnya. Dari air Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup, dengan kata lain, setiap sesuatu yang hidup pasti mengandung air, dan akhirnya membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya, sebagaimana firman Allah:
“Dialah yang menurunkan air dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu. “(Q.S. An Nahl: 10)
Air mengambil bagian yang terbesar di bumi, berupa lautan, danau, sungai dan air tanah. Air juga menjadi bagian terbanyak dalam tubuh makhluk hidup, pun bagi manusia. Kandungan air dalam tubuh manusia berkisar sekitar 60 persen dari berat badan. Kandungan air pada tubuh yang kurus lebih besar daripada tubuh yang gemuk. Pada tubuh orang yang kurus, kandungan air umumnya mencapai 65 persen, sedangkan pada orang yang gemuk hanya sekitar 55 persen. Keberadaan jumlah air ini harus dipertahankan guna mendapatkan metabolisme tubuh yang stabil.
Air dalam tubuh manusia diperoleh dari 3 sumber, makanan, minuman dan hasil metabolisme. Secara umum kontribusi air dari makanan dan air metabolik sekitar sepertiga dari total asupan air, sisanya diperoleh dari minuman. Dari minuman, air putih menempati preferensi minuman terbanyak yang dikonsumsi, sekitar 70%, disamping teh, jus, susu, kopi, dll.
MANFAAT AIR BAGI TUBUH MANUSIA


Secara eksplisit Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan air minumnya:
“Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?” (Q.S. Al Waqi’ah: 68)
Mengingat pentingnya fungsi air, komite ahli gizi dunia memasukkan air sebagai unsur gizi ke enam, menggenapi  5 unsur gizi yang sudah ditetapkan sebelumnya, yaitu  karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Berikut beberapa fungsi air dalam metabolisme tubuh manusia:
1.    Menstabilkan suhu tubuh
Air menghasilkan panas, meyerap dan menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga dapat menjaga suhu tubuh tetap stabil. Air mendinginkan suhu tubuh dengan  produksi keringat.Penguapan dari paru dan permukaan kulit membawa kelebihan panas keluar dari tubuh.
2.    Memperlancar pencernaan
Minum  1-2 gelas air putih 1 jam sebelum makan akan membantu mempersiapkan pencernaan
sehingga pencernaan lancar  dan terhindar dari masalah pencernaan seperti  gangguan lambung, susah buang air, hingga sembelit. Kecukupan air juga membuat proses pembakaran kalori  berjalan lebih optimal sehingga tubuh akan terasa lebih fit setiap hari.
3.    Peredaran darah
Peredaran darah adalah sistem transportasi utama dalam tubuh kita, yang menjadi lalu lintas aneka nutrisi dan oksigen. Struktur air yang terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen membuatnya mampu menjadi bahan dasar berbagai reaksi kimia dalam tubuh dan dengan mudah bergerak dari satu kompartemen ke kompartemen sel yang lain, serta dari sistem yang satu ke sistem yang lain. Ketersediaan air yang cukup akan melancrkan sistem transportasi ini, sebaliknya kekurangan air (dehidrasi) membuat transportasi terganggu, sehingga menimbulkan banyak keluhan, seperti kesemutan, mudah lelah, dll.
Dalam sistem pernafasan, air membantu transportasi oksigen, segera setelah dihirup melalui paru-paru ke seluruh tubuh, kemudian membawa kembali karbondioksida sebagai sisa metabolisme dari sel-sel menuju paru-paru.
Ginjal menggunakan air guna menyaring ‘sisa’ dari peredaran darah guna membuangnya melalui urin. Tak hanya itu, kecukupan air bagi tubuh dapat mencegah terjadinya infeksi saluran kemih dan batu ginjal.
4.    Otak
Rata-rata berat otak manusia adalah 1,4 kg, dimana 85 % diantaranya terdiri dari air. Otak sangat sensitive terhadap kekurangan cairan, dimana disebutkan bahwa otak bahkan tidak mampu untuk mentolerir kekurangan air sebanyak 1 % dan jika berlangsung dalam waktu lama, maka otak tidak dapat berfungsi secara baik. Manfaat minum air yang cukup untuk otak antara lain : membantu tubuh untuk melengkapi kembali asupan untuk neurotransmitter serotonin, membantu produksi melatonin (senyawa yang berfungsi dalam pengaturan tidur), sebagai pemberi tenaga karena air membuat sel dapat berfungsi serta membantu untuk mempertahankan daya ingat karena dengan otak yang terjaga hidrasinya dapat membantu untuk menanamkan informasi baru pada tempat penyimpan daya ingat di otak.
5.    Sistem metabolisme
Air berfungsi sebagai pelarut zat-zat gizi berupa monosakarida, asam amino, lemak, vitamin dan mineral serta bahan-bahan lain yangdiperlukan seperti oksigen dan hormon.
Tersedianya cairan tubuh yang cukup akan membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan.
6.    Pemeliharaan kulit
Minum air putih akan membuat kulit terjaga kelembapannya dan mencegah kulit menjadi kering. Konsumsi air yang cukup juga akan membuat kulit menjadi bercahaya, terlihat lebih sehat dan muda, memperlambat timbulnya kerutan dan juga membuat kulit terjaga elastisitas dan kelembutannya.
7.    Pelumas dan bantalan sendi
Cairan tubuh sebagai lubrikan mampu melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Cairan sendi ini memungkinkan sendi untuk bergerak dengan baik dan meredam gesekan antar sendi. Tulang rawan yang terdapat di ujung tulang juga memiliki kandungan air yang cukup besar sebagai pelumas, sehingga dapat bergeser dengan bebas.
KECUKUPAN AIR
Karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air, maka kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja sebanyak 22%. Jika kehilangan cairan lebih dari 7%,  akan mengakibatkan rasa lemah, lesu, dan pusing-pusing. Karena itu, dianjurkan untuk minum dengan cukup meski belum merasa haus.
Dalam keadaan sehat dan fungsi ginjal yang normal, asupan air harus seimbang dengan keluaran air. Pengeluaran cairan tubuh akan meningkat pada kondisi tertentu seperti suhu lingkungan yang tinggi, suhu badan meningkat, atau setelah melakukan aktivitas fisik. Kondisi tersebut akan merangsang pusat rasa haus sehingga ada perasaan ingin minum.
Secara umum konsumsi air yang cukup pada orang dewasa ddalam keadaan basal adalah 2 liter dalam 24 jam. Jumlah ini penting untuk menghasilkan 2 liter urin, sebagai jumlah optimal untuk melarutkan berbagai sisa metabolisme dan membuangnya secara efektif.
Pada bayi dan anak anak, kebutuhan air dihitung berdasarkan rumus Darrow:
•    Anak dengan berat badan > 10 kg
= 100 mL/kgBB
•    Anak dengan berat badan 10 – 20 kg
=1.000 mL + 50 mL untuk setiap kg kenaikan BB di atas 10 kg
•    Anak dengan berat badan > 20 kg
= 1.500 mL + 20 mL untuk setiap kg kenaikan BB di atas 20 kg
Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) telah mengeluarkan kartu PURI (Periksa Urin Sendiri) sebagai indikator kecukupan konsumsi air melalui pemeriksaan warna urin. PURI dapat dilakukan kapan saja kecuali saat pertama bangun pagi karena urin dalam keadaan terkonsentrasi. Cara pemeriksaan urin cukup dengan menampung urin dalam wadah bening saat berkemih. Perhatikan warna urin dalam wadah di bawah cahaya matahari atau lampu neon putih, bandingkan dengan tabel warna PURI. Untuk pria, dapat langsung membandingkan warna aliran urih dengan tabel warna PURI. Perlu diperhatikan bahwa warna urin mungkin dipengaruhi oleh makanan atau obat-obatan yang dikonsumsi.
Begitu penting air bagi kehidupan kita, seyogyanya kita syukuri dengan selalu memanfaatkannya sebaik dan seefisien mungkin, agar Allah tak putus mengaruniakan air yang nikmat untuk kita.
“Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air yang sangat enak.” (Q.S. Al Mursalaat: 27)
Gambar:
I.    Kandungan air dalam organ tubuh manusia


2. Kadar hidrasi berdasarkan warna urine


Tidak ada komentar:

Posting Komentar