أَعُوْذُ
بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
يَـٰٓأَيُّہَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرً۬ا كَثِيرً۬ا
“Wahai
orang-orang yang beriman,
berdzikirlah
dengan menyebut nama Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya ....,
(Al-Ahzab:41)
وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةً۬ وَأَصِيلاً هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيۡكُمۡ وَمَلَـٰٓٮِٕكَتُهُ ۥ لِيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَڪَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَحِيمً۬ا
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya [memohonkan ampunan untukmu], supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya [yang terang]. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.( Al Ahzab 42 - 43 )
تَحِيَّتُهُمۡ
يَوۡمَ يَلۡقَوۡنَهُ ۥ سَلَـٰمٌ۬ۚ وَأَعَدَّ لَهُمۡ أَجۡرً۬ا كَرِيمً۬ا
Salam penghormatan kepada mereka [orang-orang mu’min itu] pada hari mereka menemui-Nya ialah: "salam"; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. ( Al Ahzab : 44 )
BACAAN
ZIKIR PAGI
أَعُوْذُ
بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Allah,
tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi
terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya-lah apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat
memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang
berada di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan Mereka tidak mengetahui
apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi
langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha
Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca pagi dan sore 1
x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah:
Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya
segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada
seorang pun yang setara dengan Dia.
(Al Qur’an Surah. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca pagi dan sore 3
x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ
حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.
(Al Qur’an
Surah Al Falaq: 1-5) (Dibaca pagi dan sore 3 x)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي
صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ
النَّاسِ
Dengan
menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Katakanlah:
Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari
kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan
(kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.
(Al
Qur’an Surah An Naas: 1-6) (Dibaca pagi dan sore 3 x)
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ
للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ
خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ
مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ
وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي
الْقَبْرِ.
“Kami telah memasuki waktu pagi dan
kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah (yang
berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu
bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan
kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan
kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan
kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan neraka
dan siksaan di kubur” – dibaca pada waktu pagi 1x
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ
أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ.
“Ya Allah, dengan rahmat dan
pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu
kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup, dan dengan
rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)”
– dibaca pada pagi 1x
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبَّي، لَا إلَهَ
إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ
مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوءُ لَكَ
بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا
يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak
ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Engkaulah yang
menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu
semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku
mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh
karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa
kecuali Engkau” - dibaca pada pagi dan sore 1 X.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shaih-nya
(no. 5947), An-Nasaiy (5963), dan Ath-Thabaraniy dalam Al-Kabiir; dari Syaddaad bin Aus radliyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Sayyidul-Istighfaar
adalah : ……… Kemudian beliau bersabda : “Barangsiapa
yang membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk
waktu pagi, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa yang membacanya dengan
yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia
termasuk ahli surga”].
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي،
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ
إِلَّا أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَ أَعُوذُ
بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari
penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah
pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku
inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada ilah (yang berhak
diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepada-Mu dari kekufuran dan kefaqiran. aku berlindung kepada-Mu dari siksa
kubur, tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau”
– dibaca pada waktu pagi dan sore sebanyak tiga kali.
[Hasan
– Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 5090) dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakrah,
bahwasannya ia berkata kepada ayahnya : “Wahai ayahku, sesungguhnya aku mendengarmu
berdoa setiap pagi hari : ………………, sebanyak tiga kali dan di waktu sore hari
sebanyak tiga kali pula”. Maka Abu Bakrah berkata : “Sesungguhnya aku telah
mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi
wa sallam berdoa dengannya, dan aku senang untuk beramal dengan sunnah
beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam”.
Asy-Syaikh
Naashir berkata dalam Shahih Sunan Abi
Dawud (3/251): “Hasanul-isnaad”].
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ
الْعَفْوَى وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ الْعَفْوَى وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ، وَأَهْلِي
وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ
احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ
شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku
memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya
Allah, tutupilah auratku, aib dan segala sesuatu yang tidak layak dilihat orang
dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharah aku dari depan,
belakang, kanan, kiri, dan dari atasku. Aku berlindung dengan segala
kebesaran/keagungan-Mu agar aku tidak disambar dari bawahku aku berlindung dari
dibenamkan kedalam bumi” – dibaca pada waktu pagi dan sore.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 5074, Ahmad dalam Al-Musnad (2/25), Ibnu Maajah (no. 3871), Ibnu Hibbaan dalam Shahih-nya (no. 2356), Al-Haakim
(1/517), dan An-Nasa’iy (8/282) secara ringkas; dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia
berkata : “Tidaklah Nabi shallallahu
‘alaihi wwa sallam pernah meninggalakan kalimat-kalimat di sore dan pagi
hari : …….”.
Dishahihkan
oleh Al-Haakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Al-Haafidh berkata dalam Al-Amaaliyul-Adzkaar : “Hadits hasan” -
sebagaimana dalam Al-Futuuhaat
Ar-Rabbaaniyyah oleh Ibnu ‘Allaan (3/108). Dishahihkan oleh Asy-Syaikh
Naashir dalam Shahih Al-Mawaarid
(2/424/2356) dan yang lainnya].
اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ
وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى
مُسْلِمٍ.
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang
ghaib dan yang nyata, Wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala
sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang berhak
diibadahi dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan
diriku, syaithan, dan sekutunya. Dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat
kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya”
- dibaca pada waktu pagi dan sore 1x.
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no.
3529) dan Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad
(no. 1204); dari jalan Abu Raasyid Al-Hubraaniy : Bahwasannya Abu Bakr
Ash-Shiddiq radliyallaahu ‘anhu
berkata : “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku apa yang hendaknya aku ucapkan
ketika masuk waktu pagi dan sore ?”. Beliau bersabda :
“Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi tidak ada ilah (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaithan, dan sekutunya. Dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya” - dibaca pada waktu pagi dan sore.”.
hadistnya :
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
“Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi tidak ada ilah (yang berhak disembah dengan benar) kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaithan, dan sekutunya. Dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya” - dibaca pada waktu pagi dan sore.”.
hadistnya :
اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
Al-Haafidh rahimahullah menguatkan riwayat tersebut dalam Nataaijul-Afkaar (2/345-346). Asy-Syaikh Naashir rahimahullah berkata : “Isnadnya shahih”].
بِاسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ
مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ.
“Dengan nama Allah yang tidak ada
bahaya atas nama-Nya sesuatu di bumi dan tidak pula di langit. Dia-lah Yang
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” – dibaca pada waktu
pagi dan sore sebanyak tiga kali.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 3385), Abu dawud (no. 5088-5089), Ibnu
Maajah (no. 3869), Ibnu Hibbaan dalam Shahih-nya
(2352 – Al-Mawaarid) secara ringkas,
dan Ahmad dalam Al-Musnad; yang
seluruhnya dari jalan Abaan bin ‘Utsman bin ‘Affan, ia berkata : Aku mendengar
‘Utsman – yaitu Ibnu ‘Affan – berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda
: “Barangsiapa yang membaca (di waktu
sore) : …..; niscaya ia tidak akan ditimpa musibah hingga pagi hari.
Barangsiapa yang membacanya di waktu pagi sebanyak tiga kali, niscaya ia tidak
akan ditimpa musibah hingga sore hari”.
Al-Albani
berkata dalam Shahihul-Jaami’ (no. 5621) : “Hadits shahih”].
رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا،
وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا.
“Aku ridla Allah sebagai Rabbku, Islam
sebagai agamaku, dan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabiku”
– dibaca pada waktu pagi dan sore 3x.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh An-Nasa’iy (2/57), Ahmad (3/14), Al-Baihaqiy (9/158), dan
Ibnu Hibban (no. 4593); dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata : Telah bersabda
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
: “Barangsiapa yang membaca : …………..;
niscaya ia masuk surga”.
Dishahihkan
oleh Asy-Syaikh Naashir dalam Ash-Shahiihah (no. 334) dan yang lainnya].
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، بِرَحْمَتِكَ
أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي
طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا.
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb
yang maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku
meminta pertolongan. Perbaikilah segala urusanku dan jangan serahkan kepadaku
meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)”
– dibaca pada waktu pagi dan sore.
[Hasan
– Diriwayatkan oleh Al-Haakim (1/545) dan Ibnus-Sunniy (no. 48); dari Anas bin
Malik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata
: Telah bersabda Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wa sallam kepada Fathimah : “Apa
yang menghalangimu untuk mendengarkan apa yang aku wasiatkan dengannya ? Hendaknya
engkau membaca ketika memasuki waktu pagi dan sore hari : …………….”.
Al-Haakim berkata : “Shahih sesuai syarat Al-Bukhari dan Muslim”. Dan
disepakati oleh Adz-Dzahabiy. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Naashir dalam Shahih At-Targhiib wat-Tarhiib (1/417/661)].
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ
الْإِسْلَامِ، وَ عَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَ عَلَى دِينِ نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ، وَ عَلَى مِلَّةِ أَبِينَا
إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ.
“Di waktu pagi kami berada di atas
fithrah agama Islam, kalimat ikhlash, agama Nabi kita Muhammad shallallaahu
‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan
yang lurus, muslim, dan tidak tergolong orang-orang musyrik”
– dibaca pada waktu pagi.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh An-Nasa’iy dalam ‘Amalul-Yaum
wal-Lailah (no. 343), Ahmad dalam Al-Musnad
(3/407), dan Ad-Daarimiy dalam As-Sunan
(2/2688); dari ‘Abdurrahman bin Abzaa, ia berkata : “Adalah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam apabila
masuk waktu pagi membaca : ……………”].
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
“Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi
dengan benar) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan
dan bagi-Nya segala puji. Yang menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Kuasa atas
segala sesuatu” – dibaca pada waktu pagi dan sore
sebanyak sepuluh kali.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh Ahmad (5/420) dan Ath-Thabaraniy (no. 3883); dari Abu
Ayyuub Al-Anshariy radliyallaahu ‘anhu,
bahwasannya ia berkata : - dan waktu itu ia sedang berada di negeri Romawi - :
Bahwasannya Rasulullah shallallaahu
‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Barangsiapa
yang membaca di waktu pagi : …………………..;
Allah akan menulis baginya sepuluh kebaikan, menghapus darinya sepuluh
kejelekan, menjadikan baginya sebanyak sepuluh pengawasan, Allah akan
melindunginya dari gangguan syaithan. Dan barangsiapa yang membacanya di waktu
sore, maka baginya hal yang serupa”.
Dishahihkan
oleh Asy-Syaikh Naashir dalam Ash-Shahiihah
(no. 2563)].
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، عَدَدَ
خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ.
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya
sebanyak bilangan makhluk-Nya,
sejauh keridaan-Nya, Maha Suci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan sebanyak
kalimat-Nya” – dibaca pada waktu pagi sebanyak
tiga kali.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2090), Abu Dawud (no. 1503), At-Tirmidziy (no.
3555), An-Naa’iy (no. 1351), dan Ibnu Maajah (no. 3808); dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, ia berkata :
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
keluar dari rumah Juwairiyyah – dan dulu ia bernama Barrah, dan kemudian beliau
mengganti namanya – yang pada waktu itu ia (Juwairiyyah) sedang beribadah di
tempat shalatnya. Beliau kembali dan ia masih berada di tempat shalatnya. Maka
beliau bersabda : “Apakah engkau
senantiasa berada di tempat shalatmu seperti ini ?”. Ia menjawab : “Ya”. Beliau
bersabda : “Sungguh aku telah membaca
empat kalimat sebanyak tiga kali setelah aku keluar tadi, yang jika ditimbang
dengan apa yang engkau baca niscaya akan sebanding :…………..”].
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا
نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima”
– dibaca pada waktu pagi.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah (no. 925) dan Ibnus-Sunniy dalam ‘Amalul-Yaum wal-Lailah (no. 53); dari
Ummu Salamah radliyallaahu ‘anhaa :
“Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa
sallam membaca setelah salam shalat shubuh : ……………..”].
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
“Maha Suci Alah, aku memuji-Nya”
– dibaca pada waktu pagi dan sore seratus kali,
[Shahih
– Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya
(no. 2692), At-Tirmidziy (no. 3469), An-Nasa’iy dalam ‘Amalul-Yaum wal-Lailah (380/568) dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau
bersabda : “Barangsiapa yang membaca pada
waktu pagi dan sore hari : Subhaanallaahi wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali,
maka tidak ada seorang pun yang akan datang di hari kiamat nanti (dengan satu
amalan) melebihi apa-apa yang telah ia lakukan, kecuali seseorang yang membaca
hal yang serupa atau melebihinya”.
Abu
‘Isa (At-Tirmidziy) berkata : “Hadits ini adalah hasan shahih ghariib”.
Dan
menurut Abu Dawud (no. 5091) dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa yang membaca di waktu pagi
‘subhaanallaahil-‘adhiimi wa bihamdihi’ sebanyak seratus kali, dan jika sore
hari membaca hal serupa, maka tidak ada seorang pun dari makhluk-makhluk yang
datang kelak (pada hari kiamat) semisal (pahala) yang ia datang dengannya”.
Dan
yang semisal dengan itu dari Al-Bukhari dalam Kitaabud-Da’aawaat (no. 6042) dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam
bersabda : “Barangsiapa yang membaca
‘subhaanallaahi wabihamdihi’ setiap hari seratus kali, akan diampuni dosanya
walaupun ia seperti buih lautan”].
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” – dibaca pada waktu pagi sebanyak
seratus kali, dan jika lebih maka afdlal.
[Shahih
– Diriwayatkan oleh HR. Bukhari bersama Fathul Bari (11/101, no. 6307), Muslm
(4/2075, no. 2702), Al-‘Uqailiy dalam Adl-Dlu’afaa’
(hal. 411), dan Abu Nu’aim dalam Akhbaar
Ashbahaan (1/60), dari jalan Ath-Thabaraniy dengan sanad shahih; dari Abu
Burdah bin Abi Musa, dari ayahnya, ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam datang
dan kami waktu itu sedang duduk. Beliau bersabda : ‘Tidaklah aku berada di waktu pagi kecuali aku telah meminta ampun
kepada Allah sebanyak seratus kali”.
Dishahihkan
oleh Asy-Syaikh Naashir dalam Silsilah
Ash-Shahiihah (no. 1600) dan Shahiihul-Jaami’
(no. 5410)].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar