Kamis, 08 November 2012

Menyempatkan Baca Alquran

 
 Masya Allah.. Allahu Akbar..

Begitu cintanya terhadap Al-qur'an..
Di medan perang pun menyempatkan diri untuk membaca Al-qur'an..
Dimana ancaman maut begitu lebih dekat..
Sungguh saya sangat malu..
Tinggal di tempat yang aman namun bermalas-malas membaca firman-NYA...

Astaghfirullah....
=======================================

>>> Tambahan...

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

{ٌروُكَش30 ( َروُبَت ْنَلًةَراَجِت َنوُجْرَي29ٌروُفَغ ُهَّنِإ ِهِلْضَف ْنِم ْمُهَديِزَيَو ْمُهَروُجُأ ْمُهَيِّفَوُيِل ) ًةَيِناَلَعَو اًّرِس ْمُهاَنْقَزَر اَّمِم اوُقَفْنَأَو َةاَلَّصلا اوُماَقَأَو ِهَّللا َباَتِك َنوُلْتَي َنيِذَّلا()}

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

ءارقلا ةيآ هذه :لوقي ةيآلا هذه أرق اذإ ،هللا همحر ،فرَطُم ناك :هللا همحر ةداتقلاق.

“Qatadah (wafat: 118 H) rahimahullah berkata, “Mutharrif bin Abdullah (Tabi’in, wafat 95H) jika membaca ayat ini beliau berkata: “Ini adalah ayat orang-orang yang suka membaca Al Quran” (Lihat kitab Tafsir Al Quran Al Azhim).

Asy Syaukani (w: 1281H) rahimahullah berkata,

اهنومواديو ، هتوالت ىلع نوّرمتسي :يأ .

“Maksudnya adalah terus menerus membacanya dan menjadi kebiasaannya”(Lihat kitab Tafsir Fath Al Qadir).

>>> Renungan bagi saya sendiri, dan mungkin anda..

Barrakallahu fiykum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar